Kamis, 26 September 2013

New Info


Assalamualaikum Wr.Wb.
Derektorat Jendral Pendidikan Tinggi memberi kesempatan Mahasiswa UNESA untuk mengajukan usulan proposal Program Kretivitas Mahasiswa (PKM) Yakni PKM-GT,PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC Yang akan didanai tahun 2014 dan batas pengumpulan PKM yakni Tanggal 31 Oktober 2013. maka Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa UKIM-UNESA akan mengadakan pelatihan PKM yang diadakan pada tanggal : 25 september 2013
pukul 15.00 wib-selesai
hari : Rabu
tempat : Joglo Ilmiah gedung H3, Kampus Ketintang UNESA

Dan Pemanduan PKM
tanggal : 26 september - 29 oktober 2013
hari : setiap senin, slasa, kamis ,dan jumat
pukul : 16.30-selesai
tempat :Joglo Ilmiah gedung H3, Kampus Ketintang UNESA
info panduan : Http://simlitabmas.dikti.go.id/
Terima kasih

Sabtu, 21 September 2013

AUTOCAD is my soul :D

Memang amatiran, tapi ini hasil jerih payah selama satu semester full kemarin.

Dulu semester satu nama mata kuliah nya : Menggambar Teknik

Tapi semester tiga sekarang nama mata kuliah nya sekarang : MKBU (Merencana Konstruksi Bangunan Umum)


Gambar 1 : Denah lantai 1, Denah lantai 2, dan Rencana Pondasi

 

 Gambar 2 : Rencana Atap, dan Potongan A-A

 

Gambar 3 : Potongan B-B, Bangunan tampak depan, dan Tampak samping

 

Ini satu-satunya mata kuliah yang selalu setia menemani lembur malam apa aja (Bukan hanya malam minggu) :3

But, I'm sure... "Show must go on. So never give up!"

Poetry 7

Indonesia ragaku, Kamilah jiwamu

 

Negaraku semakin miris

Layaknya luka robek karena kaum kapitalis

Namun kami hanya bisa meringis

Akan keadaan yang semakin tragis dan lunturnya rasa nasionalis


Negaraku semakin hancur

Karena tindakan para komunis yang bertempur

Bak membangunkan macan tidur

Seakan takut dengan sang raja makmur


Negaraku kini sedih

Rombongan kaum sosialis tak henti merintih

Pena hitam yang mencoret kanvas putih

Tak mungkin lagi membuatnya pulih

 

Negaraku bertambah putus asa

Karena mereka sang liberalis yang lapar akan mangsa

Sejak Pancasila menjadi filsafat bangsa

Kini semua semakin terasa


Mereka bercakap

Mereka berkacak pinggang

Dengan gagahnya mereka berjalan dan mengangkat bahunya yang bidang

Sambil menikmati makanan dan minuman di tangan kanan dan kirinya

Seakan tak ada lagi persaingan adab dan moral


Kini jiwa manusia menjadi objek berniaga

Histori yang telah lama diukir dengan rapih

Kini semua tinggal puing-puing kecil


Dan kini

Kita busungkan dada kita

Kita kepalkan tangan kiri kita

Kita genggam erat batu peperangan di tangan kanan kita


Tarik busur panahmu

Hempaskan kedua kakimu

Lucuti senjata-senjata mu

Kibarkan bendera merah di tangan kirimu

Gores lengan kirimu dengan runcingnya bambu

Kucurkan darahmu diatas tanah yang mulai layu

Rapatkan barisan untuk melangkah maju

Gerakkan mesin solidaritas untuk bersatu

Serahkan kesucianmu pada Indonesia yang baru


Hidup Indonesia

Merdeka


ML_Donkey

Kamis, 19 September 2013

Poetry 6

Kepulan asap Smoker

 

 

 

Sang Fajar membisikkan lantunan lagu damai di telinga Sang awan

Basahnya batu karena tangisan mendung mulai mengasap


Aku mau hidup seribu tahun lagi

Aku masih mau menulis diatas secarik kertas putih dengan tinta hitam

Aku masih ingin berteduh di balik payung ketika hujan mendera

Aku masih ingin berdoa di saat aku terjerembab

Dan aku masih ingin menghirup oksigen di kala aku membuka mata


Kini aku bersama mereka

Dalam keramaian hingar bingar sudut kota

Nyala lampu disko masih tak henti berkedip

Jajaran baris bermacam alkohol masih tetap bervariasi

Poster berwarna-warni semakin menguasai jalanan

Serta kepulan mendung yang gelap selalu melambaikan tangan padaku

Juga pemantik api yang selalu bersemayam di saku

Saat nikotin mulai sesekali tersenyum ramah

Dan tar juga siap memberikan kenyamana


Siapa yang tau?

Dan siapa yang tak ragu?

Ketika pita bea cukai bernada lembut

Seolah-olah menjadi pemandu arah jalan surga

Seakan-akan tak ada beban setelah aku mempercayainya

 

Awan menggelayut

Nyaliku menciut

Kebebalan yang dulu membeku kini memuai

Memuai akan panasnya rayuan label dengan berderet tembusan

Kini semua bahagia

Nikotin dan tar bertepuk tangan setelah mencetak keberhasilan

Issue-issue yang krusial kini telah terbuktikan

Lemahnya antibodi devisa negara kini telah terobatkan

Rasa kontinuitas kini telah aku tanggalkan

Dada sang pemberi pilihan telah terbusungkan


Kini mereka telah berhasil

Emphysema dan Bronchitis telah setia menjadi bayang-bayangku

Dan hanyalah penyesalan yang semakin santun padaku


ML_Donkey

Selasa, 17 September 2013

LKTI Nasional 2013 (By : UNESA)


Tunjukkan keahlian mu di bidang menulis. Dan berikan apresiasi positif mu untuk peningkatan mutu Sumber Daya Alam daerah mu masing-masing guna kemajuan Potensi daerah.

Lomba untuk Siswa/Siswi tingkat SMA/sederajat

By : Unesa (Universitas Negeri Surabaya)

Supported by : UKIM Unesa (Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa)

ML_Donkey

Poetry 5

Sinar Mentari di Palestina

 


Derap langkah gagahnya sang pelucut senjata mulai terdengar

Kabar kematian di surat kabar kian beredar

Bapak beranak kini menjadi babu akan besarnya ambisi Sang Zionis

Pisau dapur kini menjelma menjadi musuh halusnya tangan ibu

Dan tangan mungil anak kecil mulai menggenggam rasa dendam


Coba lihat, dengar dan rasakan

Jerit tangis bayi tak berdosa

Teriak permohonan para kaum putih Palestina

Dentuman meriam dan bom penghancur

Decit peluru yang memekakkan telinga

Teror pasukan berseragam yang mencekam kesunyian

Serta onggokan darah kering yang menghias aspal jalanan

Kini itu semua adalah pemandangan di tanah luas berdebu Palestina


Namun apa daya mereka?

Kini mereka bisu

Suara mereka terkorek habis oleh kebiadaban Israel

Kini mereka buta

Mata mereka terhujam oleh panasnya keadaan

Kini mereka buntung

Kaki tangan mereka terpotong oleh tajamnya kuasa Sang Zionis

Namun mereka tak mati

Jiwa dan raga mereka masih hidup bak permainan penganut Nazi

Kehidupan mereka terkendali oleh ambisi para liga Arab dan Amerika

 

Saat ini kita hanya bisa melihat dan mendengar

Seakan kita lumpuh diatas kendali kursi roda tanpa reaksi

Bersantai di depan layar televisi di rumah yang teduh

Dan masih bisa menapakkan kaki di tanah hijau yang sejuk

Seolah masa bodoh, tak mau tau dan tak peduli

Sekarang kita masih bisa bicara,

"Makan apa kita sekarang?"

Tapi setiap hari mereka hanya bisa meronta,

"Apa hidup kita bertahan untuk hari ini?"


Sampai saat ini

Tombak kuasa tentara Zionis Israel semakin berdiri kokoh

Di atas tanah Palestina yang kini berpindah tangan

Aturan batas-batas negara kini diabaikan

Hukum keadilan dari PBB dienyahkan

Bahkan rasa persaudaraan negara tetangga,

Kini hanya menjadi hiasan diatas pigura emas ambisi yang semakin kuat

 

"Save Gaza Together"

 

ML_Donkey


Senin, 16 September 2013

Poetry 4

Sekotak Harapan Si Upik


Sudah kah kau mendengar kabar akan kedatangannya, kawan?

Berita yang mulai jadi warna bibir

Barisan horison yang mulai berjajar

Sorot mercusuar yang menyeruak

Dan deburan ombak yang mulai meninggi


Salahkah bila si upik berteman dengan iri dengki?

Apakah buruk bila ia memiliki khayalan itu?

Dan apakah dosa bila ia terkadang ingin sepertinya?


Itu hanya umbaran kata andai

Upik hanya menunggu jawaban pasti

Bukan hanya sekadar janji

Apa yang kau lakukan saat aku pergi?

Apa yang kau bayangkan saat aku lari?

Dan apa yang kau rindukan saat aku mati?


Cuaca semakin memanas

Kebodohan semakin mengganas

Cahaya tawa semakin terkuras

Wabah penyakit dusta makin mengeras

Dan hujaman cibir semakin deras


Aku ingin kembali

Tapi ragaku sudah mati

Jiwaku telah pergi

Sudah tiada arti

Hanya harapan yang membebani

Akan rayuan sang putri


Kini istana kian menjelma menjadi pencakar langit

Kini pasir menjelma menjadi tusukan duri

Bahkan kini sang hijau menjelma menjadi api supernova

Dan si upik kini menjelma menjadi seorang putri


Saat kata andai mulai berevolusi menjadi kata pasti

Ia selalu menggumam, "Aku ingin kembali"

Dan saat semua telah terjadi

Ia kembali berkata, "Aku ingin kembali

Namun saat ini

Ia hanya bisa tersenyum kecil, "Untuk apa semua ini?"


ML_Donkey

Senin, 26 Agustus 2013

Donkey !!??

They Are List, Not The Foolish

 

Keledai adalah nama hewan yang pernah saya dengar dalam cerita-cerita. Lain kedelai, lain pula keledai. Yang pertama jenis kacang-kacangan dan yang kedua jenis hewan yang mirip kuda.

Dalam bahasa arab, keledai itu dinamakan himar. Sementara dalam bahasa inggris disebut donkey atau ass.


 Keunikan Keledai :

  1. Keledai cukup terkenal karena punya daya tahan tinggi dan bervitalitas lumayan serta cukup bandel (stubborn). Oleh karena itu, sepanjang sejarah, ia sering dijadikan alat untuk mengangkut barang-barang. 

  2. Selain itu, ia juga memiliki keunikan yakni ringkikannya yang cukup melengking (loud vocalization). 

  3. Telinganya juga lebih panjang dari telinga kuda biasa. Oleh karena itu, ia diyakini mampu menangkap suara dari jarak yang jauh.

Namun anehnya, keledai ini kemudian masuk kedalam ranah pergaulan social dengan penekanan negative-nya setidaknya pengalaman yang saya alami di saudi. Ia berubah menjadi label-label dalam memanggil seseorang. “inta himar, la ta’arif ayya haajah” yang arti bebasnya ” kamu (itu) keledai, serba tidak tahu”. Dari sini, keledai itu diidentikan dengan kebodohan, tidak tahu apa-apa.

Ketika keledai sudah masuk kedalam label-label, maka ia menjadi ‘name-calling” atau panggilan yang berkonotasi negative. Maka, ia pun sudah masuk dalam kategori “verbal abuse”.

Saya melihat verbal abuse ini bahkan menjadi hal yang dilumrahkan. Tak jarang saya mendengar cerita dari teman-teman yang bekerja disini (Saudi) bahwa panggilan-panggilan yang tak sopan itu disemburatkan kepada mereka oleh majikannya. Bahkan ada anak yang dipanggil “hewan” oleh orang tuanya. Puih….saya hanya bisa mengelus dada.

Bukan saja disini, ketika di Bandung pun, tak jarang saya menjumpai gerombolan anak remaja yang memanggil kawannya dengan panggilan “anjing”. Yang dipanggil pun anehnya tidak marah dan memanggil temannya dengan panggilan yang sama. Saya pikir, wah, nampaknya anjing ini sudah menjadi budaya yang popular setidaknya dalam komunitas remaja gang dilevel perkampungan.

Dalam ajaran islam, penghinaan terhadap orang lain itu dilarang karena bisa jadi yang dihina itu lebih baik dari si penghina itu sendiri. Lihat surat al-hujurat ayat 11.

Dari segi pendidikan, budaya name calling itu sangat berbahaya karena akan mempengaruhi kepribadian seseorang.

Label-label negative atau penghinaan akan potensial melukai perasaan anak. Anak- anak yang acap dihina oleh saudaranya akan mengendapkan pengalaman pahit tersebut bahkan sampai dewasa. Anak-anak yang “dinistakan” orang tuanya (misalnya, dijuluki “bodoh”, “gegabah”, “kusut’, “jelek” dst). Juga akan merekam peristiwa tersebut hingga dewasa.

Bukan anak kecil saja, orang dewasa pun yang dipanggil dengan nama-nama yang hina dan tidak sopan, jelas akan murka dan marah.

Kembali lagi kepada pembahasan name calling ‘keledai” (bukan kedelai), maka sesungguhnya ia cermin dari budaya suatu komunitas. Jika “keledai” atau hewan-hewan lainnya dijadikan label untuk melabeli orang lain, maka perlu diajukan pertanyaan ” apa sih yang ada dalam batok orang yang menyamakan orang lain dengan keledai dan hewan?

Personally saya tidak setuju dengan label-label semacam itu. Jika anda menjumpai anak anda melakukan kesalahan, jangan lantas anda memanggilnya bodoh. Tapi jelaskanlah bahwa apa yang dia lakukan itu kurang tepat dan kemudian tunjukkan yang benar. Tapi jika anda memanggilnya “bodoh” atau “gak becus”, maka anda telah mematikan daya kreatifitasnya dan akhirnya menjadi penakut dan tak akan perna mencoba lagi. Hatinya telah terlukai. Ternyata name calling itu lebih tajam dan menusuk dari pedang.

Ini juga bisa menjelaskan kenapa di Saudi, banyak TKW yang kabur. Bisa jadi mereka tidak terbiasa dipanggil dengan label-label yang menghinakan. Mereka para tkw sudah kerja banting tulang, tapi pada akhirnya dipanggil bodoh bahkan dijuluki hewan. Siapa yang betah tinggal dalam rumah yang sarat hinaan. 

 

Apakah mungkin memarahi seseorang tanpa menggunakan name calling? Tentu saja ada. Berikut ini petikan yang bagi saya cukup tegas :

Langkah pertama adalah menyediakan model. Ini berarti bahwa orang tua tidak pernah memanggil nama anak - mereka tidak pernah menggunakan label negatif. Banyak orang bertanya-tanya bagaimana mungkin untuk memperbaiki anak tanpa menggunakan label negatif. Rahasianya adalah ini: setiap kali Anda ingin menggunakan label negatif untuk secara akurat menggambarkan perilaku anak (yaitu "kasar"), ganti label dengan kata sebaliknya. Misalnya, alih-alih mengatakan Junior, "Anda bersikap kasar," Anda dapat mengatakan, "Anda harus bersikap sopan ketika berbicara dengan saya." Selalu gunakan label yang diinginkan bukan label ofensif. Dengan cara ini, anak-anak Anda hanya mendengar kata-kata target (tujuan Anda untuk mereka) selama 20 tahun mereka tumbuh dengan Anda. Ini membantu Program otak mereka untuk mengingat tujuan Anda. Dengan demikian, Anda bisa berharap bahwa anak-anak Anda akan berubah menjadi pintar, perhatian, cepat, jujur​​, membantu, baik, kreatif, ditentukan, pasien dan sebagainya. Namun, mereka harus MENDENGAR kata-kata secara konsisten untuk menghindari diri ke arah itu. Jika semua yang mereka dengar adalah bodoh, malas, egois, liar ... mereka akan percaya ini adalah semua yang mereka mampu

Misalnya saja, anak anda kasar dan suka menyentak anda. Dari pada anda menjulukinya “si kasar”, maka lebih baik anda menggunakan ” kamu perlu bersikap sopan ketika berbicara dengan orang tuamu”. Pada point ini, anak anda akan tertuju pada target anda yakni bersikap sopan. Anda harus konsisten menggunakan cara ini, agar lama-lama bisa terbentuk karakter positif yang diinginkan terjadi pada anak anda. Anda pun harus menjadi model kearah sana.

Maka, budaya-budaya yang cenderung merendahkan reputasi orang lain perlu diganti dengan budaya konstruktive yang jelas-jelas membangun dan bukan mematikan. Label label seperti Keledai, anjing, hewan tidak baik untuk dienforced ketengah-tengah pergaulan sosial, karena hal itu bagian dari dehumanisasi. Dan itu menyalahi fitrah dan kesucian manusia.

Posted on: May 2, 2008

Syelalu... ^^

 

Ciyee yang masih megang status GALAU gara-gara masih digantungin aja sama si Dia...

Stay Cool aja rek !!!

 

All must go on

Die one, get One million free guys

Poetry 3

Perlawanan Payung Peradaban

Kemarin aku merasa hina
Di sudut perkampungan gedung2 kota
Merasa hidup tanpa hela
Sesak sekali...
Bisa kurasakan hembusan angin
Bisa kuhirup udara terang
Namun apa ??
Semua terasa mati
Mati...
Kulit ari sang jaya semakin mengerang
Hemoglobin keterpurukan semakin menggarang

Pada detik ini...
Aku merasa panas
Seluruh dagingku mengelupas
Sekujur tubuhku melemas
Dan tenaga ku pun mulai terkuras

Kami menulis
Kami membaca
Kitab yang telah tersusun rapih
Kini remuk karena mereka semua
Setan2 yang mencetak keberhasilan
Jin2 yang menerima rapor kesuksesan

Ketika uban menghias mahkota
Dan ketika asam melunakkan tulang
Saat itu pula aku gugur
Sang hitam yang menutup cahaya ungu memutih
Termakan oleh raksasa Grenwich
Dan tercabik-cabik oleh taring raja Adab

Ketangguhan mulai diuji
Semua koreksi telah dimutilasi
Dan paradigma mulai mengungsi
Dan saat itu juga...
Kerja saraf sensorik tak terkendali

Saat ini...
Kampus menjadi pupus
Buta menjadi asa
Pohon menjadi beton
Beringin menjadi angin
Buku menjadi abu
Jembatan menjadi onggokan
Oksigen menjadi halogen
Otak menjadi kerak
Dan karma pun mulai berirama

ML_Donkey